2006-02-15

Valentine

Kemarin tanggal 14 Februari adalah Hari Valentine. Katanya orang-orang hari kasih sayang untuk bermesra-mesraan dengan kekasih. Ya, berhubung udah nikah, kemarin malam saya dan istri berkencan di restoran yang cukup unik bernama Gajah Wong di Jalan Gejayan, Yogyakarta.

Makanan di sana cukup enak. Dengan harga sedemikian, saya cukup senang karena sangat kenyang (porsinya besar!) Menurut istri saya, kalau dibandingkan dengan Amerika menjadi harga MacDonald porsi Texas. (Porsi makanan di Texas itu sangat besar.)

Ya, kemarin memang hari yang cukup menyenangkan.

Sementara itu, rencana membeli Jazz VTEC sudah hampir jadi nih.

Oh ya, awal minggu ini, saya mendapat kabar bahwa bass yang saya pesan Desember lalu ternyata salah cat, jadi harus diulang lagi pembuatannya dari awal. Jadinya kira-kira baru bisa sampai di tangan pertengahan Maret. Yaaa... bersabar lagi deh...

2006-02-11

weekend lagi

Weekend lagi! Seminggu ini saya sedang seru-serunya bermain game-game lama. Memang memberi rasa nostalgia. Untuk yang ingin mencoba, saya mendapat game-game tersebut dari dua website berikut:
http://www.the-underdogs.org/
http://www.abandonia.com/

Kemarin malam, saya berhasil menamatkan untuk pertama kalinya game RPG kategori science fiction bernama Protostar. Dari dulu saya sudah suka sekali dengan game ini, tapi tidak pernah tamat. Biarpun tamatnya akhirnya dengan mengikuti walkthrough, tetap memberi kepuasan.

Selamat bernostalgia deh! :)

2006-02-06

rokok & ayam

Akhir minggu lalu di Jakarta mulai diberlakukan larangan merokok di tempat-tempat umum. Andai saja ini bisa benar-benar berjalan dan bertahan, lalu disebarkan ke seluruh kota-kota di Indonesia (terutama Jogja, tempat tinggal saya hehe...) Maklum, saya sangat tidak suka dan alergi terhadap asap rokok. Apalagi mengingat banyak sekali orang Indonesia yang seakan-akan merasa sangat lebih jago bila bisa menghembus asap rokok di depan orang lain. Yah, saya hanya bisa berharap saat ini, sambil menghindar sejauh mungkin dari orang yang sedang merokok.

Pada topik lain, pagi ini saya mengantar istri belanja di pasar tradisional. Kami pergi ke Pasar Pathuk di dekat Jalan Malioboro. Yang membuat saya terkesan adalah ketika kami membeli ayam kampung. Si penjual bisa dengan cekatan sekali memotong bagian-bagian ayam yang dipesan. Cepat sekali dan sangat akurat menurut saya. Pokoknya menurut saya dia hebat dalam hal potong-memotong ayam. :)

2006-02-04

pikiran & keinginan

Tahun lalu, saya pernah membaca atau mendengar: agama tidak perlu dibela. Pernyataan ini membuat saya berpikir dan merenung. Menurut saya ini memang benar, karena agama adalah hak asasi yang sangat pribadi.

Bila agama sampai perlu dibela, berarti secara sangat tidak langsung ada keinginan untuk memaksakan pendapat pribadi. Lagipula, bukankah agama adalah cara manusia untuk beribadah kepada Tuhannya? Apa artinya usaha manusia dibandingkan dengan kebesaran Tuhan yang disembahnya?

Memang benar, kita sebagai manusia harus bisa saling menghargai dan bertoleransi. Namun kita tidak perlu merasa tersinggung bila agama kita dicela dan sebagainya, biarlah Tuhan kita yang membalas orang yang melakukan perbuatan tidak terpuji itu. Dengan demikian, kita tidak bisa disalahkan karena perbuatan kita. Lebih baik kita berdoa dan berharap semua orang bisa dimaafkan dosanya.

Baik, pindah ke topik-topik yang lebih ringan. Saya sedang ingin membeli mobil Honda Jazz VTEC terbaru. Kelihatannya mobilnya cukup baik karena menarik dan hemat bahan bakar. Semoga dalam waktu dekat bisa diuji coba di jalan, jadi buat bahan pertimbangan lagi.

Hari Jumat saya membaca artikel menarik di Kompas tentang bahasa. Artikel ini saya rasa ditulis oleh seorang Swedia yang mendalami Bahasa Indonesia. Tidak tahu apakah disebabkan karena istrinya orang Indonesia atau karena dia memang mencintai Bahasa Indonesia. Ah, andai saja bisa ada lebih banyak orang Indonesia yang mencintai bahasanya sendiri. Dengan demikian, mungkin konsentrasi bangsa ini bisa dialihkan ke hal-hal yang lebih positif dibanding penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan semua hal.

2006-02-02

Jakarta sejenak

Saya baru kembali dari Jakarta untuk mengunjungi sanak saudara dalam rangka Tahun Baru Imlek. Enak juga bisa bertemu dengan keluarga saya di Jakarta setelah beberapa lama.

Melewati jalan-jalan di Jakarta, yang paling mencolok bagi saya ada dua.


Pertama, di dekat rumah saya, ada ruas jalan yang sangat rusak namun tidak diperbaiki. Karena hujan, jadi seperti kolam yang cukup luas. Katanya jalan itu milik kota, jadi tanggung jawab kota untuk memperbaiki. Tapi mungkin juga karena tidak ada orang yang merasa memiliki jalan itu.


Yang kedua, Busway. Penduduk Jakarta pasti tau dan sedikit banyak merasakan dampak Busway ini. Bagi pengguna, tentu positif karena Busway ini cukup nyaman digunakan (bersih dan cepat). Tapi, menurut saya alangkah lebih baik jika seluruh sistem kendaraan umum di Indonesia bisa diubah dari sistem setoran menjadi sistem gaji (seperti Busway). Dengan demikian, tidak ada bus atau angkot yang berhenti di tengah jalan ramai demi mengangkut penumpang dan akhirnya menyebabkan kemacetan parah atau bahkan kecelakaan.


Sekembalinya ke Jogja, terasa sedikit lebih nyaman biarpun lalu lintas hampir sama kacaunya. Semoga pembicaraan baru-baru ini tentang perubahan sistem kendaraan umum dari sistem setoran menjadi sistem gaji bisa menjadi kenyataan.

Di pesawat Garuda, saya membaca satu artikel cukup menarik yang tercetak pada majalah bulanan Garuda. Artikel ini ditulis oleh Gede Prama. Ada satu bagian yang cukup bagus untuk direnungkan. Kira-kira begini (saya tidak hafal): tiap pagi orang membangunkan raga tapi tidak membangunkan jiwa, tiap ulang tahun orang berpikir bertambah umur tapi tidak berpikir bertambah bijak (dan ada satu lagi tapi saya lupa). Tapi ada baiknya kita merenungkan hal-hal tersebut dan mensyukuri semua yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kejadian buruk yang kita alami juga pasti ada maknanya, tinggal kita saja yang sabar dan bijak dalam mencari makna tersebut.