2006-07-15
menunggu baby
Sementara itu, sekarang ini di Jogja sedang dingin. Kalau hari mulai gelap atau pagi hari, udara sejuk menjurus ke arah dingin. Enak!!
2006-06-02
foto-foto gempa
Hari Rabu, 31 Mei 2006, kami bertiga dari kantor bersama Pak Anton (mantan guru Matematika SMA saya) dan keponakan-keponakannya beserta teman-teman dari UGM pergi memberi sumbangan bantuan ke desanya Pak Anton.
Foto-foto sepanjang perjalanan kami dari Jogja menuju Dusun Gayamprit, Kelurahan Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, DIY.
Anggota rombongan adalah Pak Anton, dua orang keponakan Pak Anton dan seorang teman mereka (UGM), dua orang teman Pak Anton dari Jakarta, seorang driver dari tempat kerja saya, seorang rekan kerja, dan saya sendiri.
Gabungan barang yang kami bawa antara lain:
- Pakaian
- Plastik tenda dan tali
- Minyak tanah
- Kompor minyak tanah
- Telur ayam
- Lampu tempel dan lampu petromaks
- Susu cair untuk anak-anak kecil
- Pembalut
- Obat-obatan
- Air minum
- Mie instan
Selain di desa Pak Anton, kami menurunkan barang di dua tempat lain yang kami rasa membutuhkan bantuan. Kami berusaha untuk selektif dalam memberikan bantuan agar lebih tepat sasaran.
Foto-foto ini diambil oleh rekan kerja saya, Joko Sulistya.
Mobil Panther yang tertimpa bangunan oven tembakau







2006-05-30
gempa!
Pada mulanya, saya kira ada mobil yang lewat, karena saya mendengar bunyi menderu dan tanah sedikit bergetar. Tiba-tiba getaran berubah menjadi goncangan dan saya sempat melihat istri berlari ke arah saya dari dalam rumah. Sebenarnya cukup mengkhawatirkan istri saya berlari demikian, karena dia sedang hamil 8 bulan. Tapi kami hanya bisa diam berpelukan sambil memegang pagar erat-erat karena untuk berdiri saja sudah sulit.
Kami masih ingat melihat mobil kami terguncang dengan hebatnya. Rasanya lama, tapi beberapa detik kemudian guncangan berhenti. Para tetangga lari berhamburan keluar. Kami tidak sempat lagi berpikir untuk membuka pagar ketika gempa terjadi. Kami merasa sangat diberkati dan dilindungi Tuhan, karena rumah kami hanya mengalami sedikit retak, nat lantai sedikit lepas, dan satu botol anggur merah jatuh pecah. Itu saja. Tidak ada genting lepas dan kerusakan lainnya. Padahal di tempat kami berdiri itu masih beresiko kejatuhan genting kalau ada genting lepas. Puji Tuhan!
Karena kompleks perumahan tempat tinggal kami tidak mengalami kerusakan berarti, kami mengira gempa ini tidak membawa bencana. Tidak tahunya gempa ini ternyata mendapat perhatian internasional karena ribuan orang meninggal dunia dan puluhan ribu luka-luka. Rumah-rumah dan gedung-gedung di daerah Bantul banyak yang menjadi rata dengan tanah. Ditambah lagi malam harinya hujan mengguyur. Memang mengharukan penderitaan yang dialami para korban.
Demikian catatan saya. Semoga para korban dapat segera tertolong dan trauma terhapus dari ingatan kita semua.
2006-05-23
Jogja sejuk!
2006-05-19
Merapi
Sore Minggu lalu untuk pertama kalinya saya melihat gunung meletus tidak melalui televisi. Gunung Merapi meletus, mengeluarkan awan panas dan melelehkan lava pijar. Letusan ini tidak sama dengan letusan bom atom atau letusan gunung api yang biasanya digambarkan. Pemandangan ini sangat mengesankan, tidak mengerikan. Dilihatnya dari Yogyakarta, sekitar 30 km dari Gunung Merapi.
Akhir kata: Orang goblok harusnya ngga boleh nyetir mobil, apalagi motor!!!


















