Sekarang ini banyak beredar virus lokal yang sebenarnya tidak sulit untuk dibersihkan. Awalnya berkembang menyerang Microsoft Windows XP. Tetapi ternyata bisa juga mengganggu Microsoft Windows Vista.
Tulisan kali ini akan lebih memfokuskan pada tips pembersihan registry Windows XP menggunakan reg.exe yang berada di C:\Windows\system32. Program kecil ini juga tersedia di Windows Vista. Struktur registry XP dan Vista juga mirip, jadi pembersihan bisa dilakukan di keduanya.
reg.exe adalah program command line yang cukup berguna untuk mengedit registry. Sepertinya sekarang ini virus lokal masih belum memblokir akses ke program ini. Jadi edit registry masih bisa dilakukan dalam kondisi safe mode, belum perlu menggunakan CD boot seperti yang pernah saya singgung di sini.
Baiklah, kita mulai proses pembersihannya:
1. Boot ke dalam safe mode (tekan F8 setelah logo awal komputer muncul, bukan logo Windows). Pilih "Safe mode command prompt only".
2. Bila Explorer masih muncul (GUI muncul, bukan window command line saja) berarti ada bagian tertentu di registry yang sudah diganti oleh virus.
3. Pastikan window command line terbuka. Bila Start > Run... > cmd tidak bisa membuka window command line, coba dengan command.com. Bila masih tidak bisa, terpaksa menggunakan CD boot. Ini di luar bahasan tulisan ini.
4. Start > Run... > regedit tidak bisa dilakukan karena virus sudah mengunci fasilitas regedit ini.
5. Di command line, ketik reg /? untuk membaca panduan program reg.exe.
6. Command line memang cukup memakan waktu, jadi kita coba aktifkan dulu regedit. Ketik reg delete "HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system\DisableRegistryTools"
7. Bila tidak berhasil, ketik reg delete "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system\DisableRegistryTools"
8. Coba jalankan regedit
Bila regedit masih belum bisa dijalankan, mungkin ada program virus yang aktif, sehingga perubahan di registry langsung diubah lagi oleh program tersebut. Usahakan Task Manager bisa dijalankan untuk menghentikan program yang mencurigakan. Gunakan fungsi reg query untuk mencari tahu apakah ada key DisableTaskMgr yang mencegah Task Manager dijalankan.
Tips: bila semua program (file ber-extensi .exe) tidak bisa dijalankan, copy dulu reg.exe menjadi reg.eee misalnya (copy c:\windows\system32\reg.exe c:\windows\system32\reg.eee). Lalu jalankan reg.eee. Yang menyebabkan semua file .exe tidak bisa dijalankan adalah key "HKCR\exefile\shell\open\command" yang tidak berisi "%1" %*.
Silakan baca sendiri reg /? untuk mengetahui untuk apa saja reg.exe ini bisa digunakan. Semoga membantu.
2007-10-28
sedih...
Hari Senin pagi, pukul 6.15 tanggal 22 Oktober 2007, ibu mertua saya meninggal dunia. Sedih memang, banyak orang bersedih, banyak orang menangis. Tetapi begitulah kehidupan: ada yang dilahirkan, ada yang berulang tahun, ada yang menikah, ada yang melahirkan, ada yang bercerai, sampai akhirnya ada yang meninggal.
Bagi yang ditinggalkan, saya rasa hanya perlu mengenang masa-masa bahagia sewaktu masih bersama.
Saya terus teringat suatu nasehat entah dari siapa asalnya yang bunyinya kira-kira begini:
Sewaktu kamu dilahirkan, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum bahagia. Berusahalah sehingga ketika kamu meninggal, kamu tersenyum bahagia dan banyak orang di sekelilingmu yang menangis.
Saya yakin tentu pembaca sekalian mengerti maksudnya. Bukan senang karena kesedihan orang lain, melainkan telah menjalani hidup yang berguna bagi banyak orang, sehingga banyak orang yang merasa kehilangan ketika kita meninggal.
Selamat berbahagia di surga, Mami. Mami sudah menang!
Bagi yang ditinggalkan, saya rasa hanya perlu mengenang masa-masa bahagia sewaktu masih bersama.
Saya terus teringat suatu nasehat entah dari siapa asalnya yang bunyinya kira-kira begini:
Sewaktu kamu dilahirkan, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum bahagia. Berusahalah sehingga ketika kamu meninggal, kamu tersenyum bahagia dan banyak orang di sekelilingmu yang menangis.
Saya yakin tentu pembaca sekalian mengerti maksudnya. Bukan senang karena kesedihan orang lain, melainkan telah menjalani hidup yang berguna bagi banyak orang, sehingga banyak orang yang merasa kehilangan ketika kita meninggal.
Selamat berbahagia di surga, Mami. Mami sudah menang!
2007-08-12
matinya budaya antri
Seperti judul blog ini, saya tinggal di Jogja, yang kata orang Kota Pelajar (berhubung banyak sekali sekolah tinggi di kota ini mungkin). Asosiasi seharusnya adalah Kota Pelajar dipenuhi oleh para pelajar, setuju?
Pendapat saya kali ini adalah tentang hebatnya pemakai jalan di Jogja, terutama pengendara sepeda motor. Mereka hebat, karena sepertinya adalah suatu dosa besar untuk menggunakan rem. Bila ada mobil di depan mereka, tidak peduli melaju selaju apapun, harus didahului. Mendahului adalah dengan menggunakan tempat kosong seadanya, tidak peduli dari sebelah kanan atau kiri mobil yang didahului.
Kehebatan yang lain adalah cara memelihara sepeda motornya. Kaca spion ada dan terpasang semata-mata hanya untuk menghindari tilang polisi. Kaca spion tidak perlu digunakan, karena itu bila perlu kaca dihadapkan ke jalan saja daripada mengganggu 'kecantikan' motornya. Tidak perlu melihat keadaan jalan di belakang, karena pengendara di belakanglah yang seharusnya melihat pengendara motor.
Lampu depan dan belakang adalah aksesoris semata. Bila rusak, tidak mengapa. Karena pada malam hari, pengendara lainlah yang perlu melihat pengendara motor dengan lampunya sendiri. Atau, supaya merasa puas, bisa dipasang lampu putih super-terang untuk lampu belakang, lampu depan boleh mati. Dengan demikian, ada rasa puas karena pengendara di belakang bisa kesilauan melihat lampu belakang motor yang super-terang.
Lampu sein juga aksesoris. Demi kesopanan, bila hendak pindah jalur atau belok atau berhenti, tanganlah yang perlu dilambaikan. Bila tangan sudah dilambaikan, otomatis pengendara lain wajib mengikuti maunya pengendara motor.
Bila sampai di lampu merah, motor harus berada di paling depan. Kalau sudah ada mobil di paling depan, motor harus berada sedekat mungkin di samping mobil. Mengambil jalur lain tidak apa-apa, karena motor harus berada di paling depan. Mungkin kalau keberatan di belakang bus, yang knalpotnya tidak pernah dipelihara, saya bisa memahami karena saya juga tidak suka berada di belakang bus. Tapi di belakang kendaraan biasa apakah salah?
Tidak ada istilah pengendara motor melakukan kesalahan. Bila pengendara motor menyenggol mobil, pengendara mobillah yang salah. Pokoknya motor adalah raja jalanan, tidak ada yang boleh menyalahkan motor!
Mungkin ada yang berpendapat, karena statusnya pelajar, berarti masih banyak yang harus dipelajari. Termasuk mempelajari etiket berlalu lintas, sopan santun, tata krama, dan segala sesuatu yang baik secara umum. Berhubung masih belajar, jadi berlaku yang tidak baik harus bisa diterima, kan masih belajar...
Lalu, bagaimana bila pengendara motor mendapat kesempatan menjadi pengendara kendaraan lain? Sifatnya serta-merta dibawa. Jadi, bus/mobil kalau sampai di lampu merah harus selalu paling depan, kalau perlu ambil jalur arah sebaliknya. Kalau ada mobil di depan, harus selalu didahului. Dan seterusnya... Hasilnya adalah matinya budaya antri dan selamat tinggal kenyamanan berkendaraan di Kota Pelajar.
Pendapat saya kali ini adalah tentang hebatnya pemakai jalan di Jogja, terutama pengendara sepeda motor. Mereka hebat, karena sepertinya adalah suatu dosa besar untuk menggunakan rem. Bila ada mobil di depan mereka, tidak peduli melaju selaju apapun, harus didahului. Mendahului adalah dengan menggunakan tempat kosong seadanya, tidak peduli dari sebelah kanan atau kiri mobil yang didahului.
Kehebatan yang lain adalah cara memelihara sepeda motornya. Kaca spion ada dan terpasang semata-mata hanya untuk menghindari tilang polisi. Kaca spion tidak perlu digunakan, karena itu bila perlu kaca dihadapkan ke jalan saja daripada mengganggu 'kecantikan' motornya. Tidak perlu melihat keadaan jalan di belakang, karena pengendara di belakanglah yang seharusnya melihat pengendara motor.
Lampu depan dan belakang adalah aksesoris semata. Bila rusak, tidak mengapa. Karena pada malam hari, pengendara lainlah yang perlu melihat pengendara motor dengan lampunya sendiri. Atau, supaya merasa puas, bisa dipasang lampu putih super-terang untuk lampu belakang, lampu depan boleh mati. Dengan demikian, ada rasa puas karena pengendara di belakang bisa kesilauan melihat lampu belakang motor yang super-terang.
Lampu sein juga aksesoris. Demi kesopanan, bila hendak pindah jalur atau belok atau berhenti, tanganlah yang perlu dilambaikan. Bila tangan sudah dilambaikan, otomatis pengendara lain wajib mengikuti maunya pengendara motor.
Bila sampai di lampu merah, motor harus berada di paling depan. Kalau sudah ada mobil di paling depan, motor harus berada sedekat mungkin di samping mobil. Mengambil jalur lain tidak apa-apa, karena motor harus berada di paling depan. Mungkin kalau keberatan di belakang bus, yang knalpotnya tidak pernah dipelihara, saya bisa memahami karena saya juga tidak suka berada di belakang bus. Tapi di belakang kendaraan biasa apakah salah?
Tidak ada istilah pengendara motor melakukan kesalahan. Bila pengendara motor menyenggol mobil, pengendara mobillah yang salah. Pokoknya motor adalah raja jalanan, tidak ada yang boleh menyalahkan motor!
Mungkin ada yang berpendapat, karena statusnya pelajar, berarti masih banyak yang harus dipelajari. Termasuk mempelajari etiket berlalu lintas, sopan santun, tata krama, dan segala sesuatu yang baik secara umum. Berhubung masih belajar, jadi berlaku yang tidak baik harus bisa diterima, kan masih belajar...
Lalu, bagaimana bila pengendara motor mendapat kesempatan menjadi pengendara kendaraan lain? Sifatnya serta-merta dibawa. Jadi, bus/mobil kalau sampai di lampu merah harus selalu paling depan, kalau perlu ambil jalur arah sebaliknya. Kalau ada mobil di depan, harus selalu didahului. Dan seterusnya... Hasilnya adalah matinya budaya antri dan selamat tinggal kenyamanan berkendaraan di Kota Pelajar.
sedikit trik untuk Nokia N73
Saya pemakai ponsel Nokia N73. Bagi anda pemakai N73, mungkin kadang merasa terganggu dengan lampu biru kecil yang berkedip ketika N73 memasuki mode deep sleep. Mungkin cara ini bisa dipakai untuk mengurangi intensitas cahaya biru tersebut.
Pertama, faceplate harus dibuka/dilepaskan. Caranya adalah memulai dari bagian bawah, gunakan kuku atau kartu tipis yang agak keras, lalu melingkar mengelilingi faceplate sampai terlepas. Jangan terlalu dipaksakan, tapi juga tidak perlu terlalu kuatir, karena plastiknya cukup lentur dan kuat.
Setelah faceplate terlepas, siapkan segumpal kapas kecil untuk diletakkan di bagian lampu biru di bagian atas ponsel. Gunakan kapas secukupnya saja. Saya menggunakan kapas karena lembut dan cukup bisa 'meredam' cahaya yang dipancarkan tersebut. Saya tidak ingin menghilangkan seluruh sinar lampu karena cukup berguna untuk indikator bahwa ponsel masih hidup. Faceplate bisa dipasang kembali dan bandingkan hasilnya dengan sebelumnya. Bila masih terlalu terang, tambahkan kapas.
Semoga berguna...
Edit (19 Agustus 2007, 14:56): Setelah saya coba sendiri dan mengingat-ingat hasil browsing beberapa waktu lalu, ternyata lubang tempat lampu biru berkedip itu juga merupakan sensor banyaknya cahaya di sekitar ponsel. Sensor itu bekerja untuk memberi tahu ponsel perlu atau tidak menyalakan lampu-lampu di bawah keypad. Jadi, bila sensor tertutup kapas, lampu di bawah keypad akan menyala terus biarpun ponsel digunakan di bawah sinar langsung. Untuk menghemat batere, tentunya tip di atas sebaiknya tidak dilakukan. Tetapi bila sinar lampu biru yang berkedip itu dirasakan sangat mengganggu, apa boleh buat...
Pertama, faceplate harus dibuka/dilepaskan. Caranya adalah memulai dari bagian bawah, gunakan kuku atau kartu tipis yang agak keras, lalu melingkar mengelilingi faceplate sampai terlepas. Jangan terlalu dipaksakan, tapi juga tidak perlu terlalu kuatir, karena plastiknya cukup lentur dan kuat.
Setelah faceplate terlepas, siapkan segumpal kapas kecil untuk diletakkan di bagian lampu biru di bagian atas ponsel. Gunakan kapas secukupnya saja. Saya menggunakan kapas karena lembut dan cukup bisa 'meredam' cahaya yang dipancarkan tersebut. Saya tidak ingin menghilangkan seluruh sinar lampu karena cukup berguna untuk indikator bahwa ponsel masih hidup. Faceplate bisa dipasang kembali dan bandingkan hasilnya dengan sebelumnya. Bila masih terlalu terang, tambahkan kapas.
Semoga berguna...
Edit (19 Agustus 2007, 14:56): Setelah saya coba sendiri dan mengingat-ingat hasil browsing beberapa waktu lalu, ternyata lubang tempat lampu biru berkedip itu juga merupakan sensor banyaknya cahaya di sekitar ponsel. Sensor itu bekerja untuk memberi tahu ponsel perlu atau tidak menyalakan lampu-lampu di bawah keypad. Jadi, bila sensor tertutup kapas, lampu di bawah keypad akan menyala terus biarpun ponsel digunakan di bawah sinar langsung. Untuk menghemat batere, tentunya tip di atas sebaiknya tidak dilakukan. Tetapi bila sinar lampu biru yang berkedip itu dirasakan sangat mengganggu, apa boleh buat...
2007-04-02
Pavel 8 bulan
Sekarang Pavel sudah berumur 8 bulan lebih. Kadang terasa, tapi lebih banyak tidak terasanya. Sepertinya kemarin baru menggendong Pavel yang belum bisa bergerak banyak. Sekarang Pavel sudah merangkak dan dititah.
Ini ada foto-foto waktu dia menunggu kami makan malam.

Pa, itu apaan sih?




Lho, tiba-tiba ngantuk ya...?
Ini ada foto-foto waktu dia menunggu kami makan malam.
Pa, itu apaan sih?
Lho, tiba-tiba ngantuk ya...?
Langganan:
Postingan (Atom)