Hari ini saya baca di Kompas Online tentang komentar mantan presiden RI Megawati. Isinya tidak terlalu saya perhatikan, tapi judulnya itu yang saya sependapat. "Megawati: Mengadili Soeharto, Dapat Apa?"
Saya setuju karena setelah sekian lama memerintah, bangsa Indonesia bisa menjadi berkembang sedemikian. Beberapa hasilnya diakui dunia internasional. Lalu terasa lebih aman dan tenteram dibanding sekarang ini. Yang seharusnya diadili adalah anak-anaknya Pak Soeharto, yang secara terang-terangan melakukan KKN.
Ya, cukup segini saja komentar saya, supaya tidak jadi terbawa emosi marah-marah terus. :-)
2006-04-26
2006-04-24
linux oh linux
Sudah lama ya tidak mengisi blog, semoga setelah ini bisa cukup rutin lagi. Kesibukan luar biasa sudah berlalu, sekarang tinggal antisipasi saja.
Belakangan ini saya mulai memakai linux lagi untuk laptop saya. Memang untuk orang yang tidak perlu memahami komputer sedalam-dalamnya, alias pemakai Office dan software sejenisnya saja, linux bisa menjadi momok. Begitu banyak setting dan hal baru yang harus dipelajari karena perbedaan konsep yang cukup besar antara linux dan Windows.
Linux ini cepat menyatu dengan penggunanya. Begitu banyak yang bisa dicustomize sehingga beberapa hari saja tiap instalasi bisa berbeda antar orang. Beda halnya dengan Windows. Komputer dengan Windows, setelah beberapa bulan atau tahun dipakai orang yang sama, baru menjelma menjadi "species baru".
Bagi saya ini merupakan hal yang menarik. Bagaimana sebuah benda yang dibuat secara masal, yang seharusnya sama persis satu dengan yang lain, bisa mempunyai karakteristik sendiri-sendiri setelah digunakan oleh manusianya. Apakah sudah ada filsuf yang memikirkan keadaan ini? :-)
Baru-baru ini saya diundang pergi ke Ubud, Bali. Saya tidak akan membahas tujuan perjalanan ini. Yang sangat menarik bagi saya adalah tari tradisional Bali yang kami tonton. Menurut saya sangat indah, tapi syaratnya harus ada bimbingan berupa secarik kertas yang berisi cerita dari tarian-tarian itu. Setelah mengerti apa yang ditarikan, tarian itu menjadi begitu indah. Kesimpulannya, apakah dengan mengenal sesuatu secara mendalam, membuat sesuatu itu menjadi semakin menarik? Bisa jadi. :-)
OK, segini dulu deh, sebelum jadi kepanjangan dan membosankan.
Belakangan ini saya mulai memakai linux lagi untuk laptop saya. Memang untuk orang yang tidak perlu memahami komputer sedalam-dalamnya, alias pemakai Office dan software sejenisnya saja, linux bisa menjadi momok. Begitu banyak setting dan hal baru yang harus dipelajari karena perbedaan konsep yang cukup besar antara linux dan Windows.
Linux ini cepat menyatu dengan penggunanya. Begitu banyak yang bisa dicustomize sehingga beberapa hari saja tiap instalasi bisa berbeda antar orang. Beda halnya dengan Windows. Komputer dengan Windows, setelah beberapa bulan atau tahun dipakai orang yang sama, baru menjelma menjadi "species baru".
Bagi saya ini merupakan hal yang menarik. Bagaimana sebuah benda yang dibuat secara masal, yang seharusnya sama persis satu dengan yang lain, bisa mempunyai karakteristik sendiri-sendiri setelah digunakan oleh manusianya. Apakah sudah ada filsuf yang memikirkan keadaan ini? :-)
Baru-baru ini saya diundang pergi ke Ubud, Bali. Saya tidak akan membahas tujuan perjalanan ini. Yang sangat menarik bagi saya adalah tari tradisional Bali yang kami tonton. Menurut saya sangat indah, tapi syaratnya harus ada bimbingan berupa secarik kertas yang berisi cerita dari tarian-tarian itu. Setelah mengerti apa yang ditarikan, tarian itu menjadi begitu indah. Kesimpulannya, apakah dengan mengenal sesuatu secara mendalam, membuat sesuatu itu menjadi semakin menarik? Bisa jadi. :-)
OK, segini dulu deh, sebelum jadi kepanjangan dan membosankan.
2006-03-23
opini-opini singkat
Main bass itu menyenangkan, mungkin karena sesuatu yang baru.
RUU APP menggelikan dan tidak ada gunanya, hanya menghabiskan anggaran saja.
Microsoft terlalu serakah, padahal barang-barangnya kebanyakan bukan inovasi sendiri (setahu saya).
Menyetir di Jogja itu tidak boleh terbawa emosi, go with the flow saja, karena sepeda motor adalah raja jalanan sesungguhnya.
RUU APP menggelikan dan tidak ada gunanya, hanya menghabiskan anggaran saja.
Microsoft terlalu serakah, padahal barang-barangnya kebanyakan bukan inovasi sendiri (setahu saya).
Menyetir di Jogja itu tidak boleh terbawa emosi, go with the flow saja, karena sepeda motor adalah raja jalanan sesungguhnya.
2006-03-16
sambal goreng kacang hijau
Iya, itu adalah menu khusus di kantin kantor kemarin siang. Aneh ya, kacang hijau bisa dicampur dengan sambal goreng. Saya tidak mencoba, karena selain tidak tahan pedas, juga sedang flu.
Kemarin sore mobilnya sudah selesai diperbaiki. Puas juga, bagian dalam ikut dibersihkan sehingga seperti baru kembali.
Pada waktu Senin pagi mobilnya dimasukkan ke bengkel untuk diperbaiki, kami baru tahu bahwa yang menyebabkan titik pada huruf 'j' di logo 'jazz' itu dicuri karena ada isu bahwa itu terbuat dari emas putih. Juga karena laku dijual sebagai cincin. Ya ampun!! Sekarang ini orang mencuri di siang bolong tanpa ada yang mengetahui dan karena alasan yang sepele begitu!! Jengkel sekali mengetahuinya, ada orang yang sebodoh itu. Logo mobil dijadikan cincin!! Aaargghhhh...
Apa boleh buat, negara ini kadang masih terbelakang... Tetapi kemarin ada artikel di Kompas bagian Yogyakarta yang menurut saya sangat baik menggambarkan kondisi lalu lintas di Jogja ini. Sepeda motor itu raja jalanan! Tidak pernah salah biarpun jalan di trotoar atau menabrak mobil atau mengambil jalur mobil. Pokoknya selalu benar karena dia adalah sepeda motor!!
Dengan ditambah lagi dengan RUU APP, protes wakil ketua MPR karena kedatangan Menlu AS, lengkaplah sudah keterbelakangan bangsa ini... Tidak pernah bisa berjiwa besar dan berpikiran ke depan!
Pada bagian yang membahagiakan, semoga hari ini bass pesanan saya sudah sampai. Jadi bisa dipakai latihan :D
Kemarin sore mobilnya sudah selesai diperbaiki. Puas juga, bagian dalam ikut dibersihkan sehingga seperti baru kembali.
Pada waktu Senin pagi mobilnya dimasukkan ke bengkel untuk diperbaiki, kami baru tahu bahwa yang menyebabkan titik pada huruf 'j' di logo 'jazz' itu dicuri karena ada isu bahwa itu terbuat dari emas putih. Juga karena laku dijual sebagai cincin. Ya ampun!! Sekarang ini orang mencuri di siang bolong tanpa ada yang mengetahui dan karena alasan yang sepele begitu!! Jengkel sekali mengetahuinya, ada orang yang sebodoh itu. Logo mobil dijadikan cincin!! Aaargghhhh...
Apa boleh buat, negara ini kadang masih terbelakang... Tetapi kemarin ada artikel di Kompas bagian Yogyakarta yang menurut saya sangat baik menggambarkan kondisi lalu lintas di Jogja ini. Sepeda motor itu raja jalanan! Tidak pernah salah biarpun jalan di trotoar atau menabrak mobil atau mengambil jalur mobil. Pokoknya selalu benar karena dia adalah sepeda motor!!
Dengan ditambah lagi dengan RUU APP, protes wakil ketua MPR karena kedatangan Menlu AS, lengkaplah sudah keterbelakangan bangsa ini... Tidak pernah bisa berjiwa besar dan berpikiran ke depan!
Pada bagian yang membahagiakan, semoga hari ini bass pesanan saya sudah sampai. Jadi bisa dipakai latihan :D
2006-03-10
mobil baru penyok
Kemarin ada sopir yang lagi apes karena menyerempet mobil baru kami. Mobil ini juga belum diasuransikan, jadi pihak sopir yang harus bertanggung jawab. Kelihatannya tempat kerjanya yang akan menanggung seluruh biaya perbaikan. Kalau internal sana ada perhitungan lagi ya terserah mereka. Sebenernya kasihan juga sopir itu, tapi memang harus belajar bertanggung jawab.
Pada topik lain, saya sama sekali tidak setuju dengan RUU APP (Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi). Buat apa mengurus yang begituan sementara masih banyak hal mendesak yang perlu diurus, misalnya KKN, sistem kendaraan umum yang luar biasa semrawut, kesejahteraan rakyat, dan sebagainya. Kalau RUU ini menjadi UU, bukankah nanti anak-anak perempuan kita akan terpaksa belajar membenci dirinya sendiri karena dilahirkan sebagai wanita yang serba salah?
Perda di Tangerang yang bisa menyebabkan kaum wanita ditangkap karena disangka sebagai PSK karena gerak-geriknya mencurigakan saja sudah tidak masuk akal. Saya berharap Perda ini dicabut dan tidak ada lagi hal-hal konyol semacam ini terjadi di Indonesia!
Pada topik lain, saya sama sekali tidak setuju dengan RUU APP (Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi). Buat apa mengurus yang begituan sementara masih banyak hal mendesak yang perlu diurus, misalnya KKN, sistem kendaraan umum yang luar biasa semrawut, kesejahteraan rakyat, dan sebagainya. Kalau RUU ini menjadi UU, bukankah nanti anak-anak perempuan kita akan terpaksa belajar membenci dirinya sendiri karena dilahirkan sebagai wanita yang serba salah?
Perda di Tangerang yang bisa menyebabkan kaum wanita ditangkap karena disangka sebagai PSK karena gerak-geriknya mencurigakan saja sudah tidak masuk akal. Saya berharap Perda ini dicabut dan tidak ada lagi hal-hal konyol semacam ini terjadi di Indonesia!
Langganan:
Postingan (Atom)