2006-12-25

Selamat Natal!


Selamat Natal untuk yang merayakannya dan selamat berlibur bagi yang tidak. Tapi saya berharap semangat Natal dapat dimiliki setiap orang.

Apakah semangat Natal itu? Bagi saya, semangat Natal adalah yang mendorong seseorang untuk bisa mengasihi dirinya sendiri dan orang lain. Bagaimana bisa mengasihi orang lain kalau diri sendiri saja tidak dipedulikan? Bila kasih itu ada, tentu kesabaran, lemah lembut, keramahan, dan sebagainya ikut terpancar.

Jadi, Selamat Natal! :-)

2006-10-24

mengangkat kepala

Sekarang ini anak saya sudah lebih lancar mengangkat kepala ketika telungkup. Hobi barunya memasukkan tangannya ke dalam mulut. Apa saja yang bisa dia pegang juga dimasukkan ke dalam mulut. Tentu saja pengawasan kami tetap penuh, supaya jangan barang berbahaya yang masuk ke mulutnya... Hari ini pas Pavel berumur tiga bulan. Selamat ulang bulan, Pavel!







2006-10-22

selamat datang Michelle

Malam ini saya bertambah status menjadi seorang Paman, karena adik saya baru saja melahirkan seorang bayi perempuan. Sang bayi diberi nama Michelle. Nama lengkap menyusul, karena saya juga belum diberitahu. Senang sekali perasaan saya.

Dua hari ini anak saya Pavel juga terlihat gelisah, mungkin karena dia tahu Michelle sudah mau dilahirkan ya?

Pokoknya saya senang sekali. Selamat datang, Michelle! Selamat kepada Andy dan Sandri, selamat menjadi orang tua! :-)

2006-10-18

ASI eksklusif: pilihan atau kewajiban?

Pagi ini di koran Kompas bagian Yogyakarta saya membaca berita tentang disitanya ratusan bungkus makanan berbagai macam untuk bayi usia 0-4 bulan di Wonosari, DIY.  Katanya untuk mendukung perintah Menteri Kesehatan tentang pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan agar generasi baru manusia Indonesia menjadi lebih sehat dan sebagainya.  Tapi saya langsung berpikir, benarkah demikian alasan utamanya?  Apa mungkin sebenarnya toko yang disita barang-barang dagangannya itu tidak memberikan "uang keamanan" yang cukup?

Coba kita pikir secara seksama.  Ibu dan bayi adalah manusia.  Manusia adalah makhluk biologis, berarti bukan robot yang bisa diatur segala-galanya, sampai memberi dan memakan makanan pun diatur.  Tidak semua ibu yang baru melahirkan itu bisa memproduksi ASI sampai 6 bulan.  Bagaimana bila ASI menjadi kering pada saat usia bayi satu bulan?  Bukankah bayi harus tetap mendapat makanan?  Bila semua makanan bayi usia 0-4 bulan tidak ada, sang bayi makan apa?!?!

Saya cukup yakin semua ibu itu berkeinginan memberi ASI kepada bayi.  Mengapa?  Karena selain memberi kedekatan khusus, sampai ayah pun tidak mempunyai kedekatan setingkat ini dengan bayi, juga gratis dan praktis.  Bila tidak terpaksa, susu formula dan makanan tambahan tidak akan diberikan kepada bayi.  Saat ini saya adalah ayah dari seorang anak berumur 3 bulan kurang, jadi saya mengerti betul akan hal ini.

Saya sendiri tidak mendapat ASI sampai 6 bulan dulu, hanya sebulan karena ASI dari ibu saya kering.  Sampai sekarang saya sehat-sehat saja, tidak kurang suatu apa.  Saya mendukung pemberian ASI (syukur-syukur bisa eksklusif) sampai enam bulan, tetapi bukan begitu caranya untuk mendukung gerakan ini. Jadi saya tanyakan kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan para petugas yang menyita: Apakah pemberian ASI eksklusif itu sebenarnya pilihan atau kewajiban? >:-(

2006-10-06

Pavel dan boneka barunya

Ini foto-foto Pavel dengan boneka barunya yang diberikan oleh kakeknya. Menggemaskan sekali!! :D

Pavel berumur kira-kira 2 bulan lebih sedikit (hanya selisih sehari dari posting saya sebelumnya).